Showing posts with label Bahasa Bali. Show all posts
Showing posts with label Bahasa Bali. Show all posts

Puisi Bahasa Bali Dan Artinya

Posted by Author Saturday, June 28, 2014 5 comments
Bahasa Bali adalah salah satu dari beberapa bahasa daerah yang memiliki cabang ilmu kesusastraan, mungkin tidak banyak yang tahu jika tidak semua bahasa daerah di indonesia memiliki bahasa kesusastraan. Sebenarnya saya bukan seorang yang ahli dalam bidang sastra dan puisi bahasa bali, meskipun saya adalah orang bali yang tinggal di bali. Secara formal pelajaran bahasa bali hanya saya dapatkan di lembaga pendidikan sekolah dasar sampai dengan sekolah menengah atas, karena bahasa bali pada saat itu masih menjadi bagian dari kurikulum pendidikan di bali. Perlu diketahui bahwa pelajaran bahasa bali secara formal hanya ada di jenjang pendidikan dasar dan menengah, sedangkan ilmu kesusastraan bali bisa diperoleh di jenjang pendidikan perguruan tinggi dengan nama jurusan sastra bali dan salah satu perguruan tinggi di bali yang memiliki jurusan sastra bali adalah universitas udayana.

Karena saya bukan ahli dalam bidang sastra bali, maka saya tidak akan berpanjang lebar tentang sastra bali, karena kalau panjang kasihan ibunya dan kalau lebar kasihan bapaknya....hehehe. Jadi dalam artikel ini saya hanya akan berbagi sedikit bagian saja dari sastra bali itu sendiri, yaitu puisi dan tentu saja dalam bahasa bali. Untuk mempersingkat waktu menulis saya dan waktu membaca anda, langsung saja ke pokok dari artikel yang saya buat ini, yaitu beberapa puisi dalam bahasa bali.

Puisi-puisi berikut saya ambil dari beberapa sumber buku dan media yang penciptanya sudah pasti adalah pujangga-pujangga bali yang sudah sangat mahfum di bidangnya. Silahkan dinikmati dan dihayati, barangkali ada nilai-nilai kehidupan yang bisa ditemukan dalam puisi-puisi berikut dan bagi yang tidak bisa berbahasa bali tidak perlu kawatir karena sudah saya translate ke dalam bahasa indonesia.

Jedingé Matalang
Karya : Tudekamatra

Jedingé matalang
Dija isiné makejang ?
Ujané empet
Danuné nyat
Tukadé pegat
Alas gunung magundul puun

Yén suba buka kéto, dija lakar ngalih yéh ?
Yéh pasih kanggoang oyot !
"Dé eda ngawagin mamunyi !
To tolihin yéh ning membah
di pipa-pipa sisin margané !"

Né suba madan satua pegat-pegat
sing taén pragat
Ento yéh PDAM, yéh meli
Nyén ngelah pipis, ento ané dadi ngoyot

Pipisé malaibang embahan yéh di danu,
di tukad,
abana ka hotel, villa, resort, lan spa
Awak sing ngelah pipis eda ngipi
nyidaang ngrasayang mandus sesai
nganggo yéh ané ning ento

Gumi Bali nak suba tusing gelah i raga padidi
Ada munyi "Bali for tourism"
Mémé Déwa Ratu !


Apang Taén Melah
Karya : I B. N. Bawa

Kéweh yén tuara ngelah
Paitungané setata benyah
Jengah suba kaliwat jengah
Tuara bisa mamongah
Sesai katemah
Ulian utang sing nyidang mayah
Tangkah marasa ngahngah
Dumadak apang taén melah
Hidup sarwa méwah
Mapanganggo ané bungah


Caleg
Karya : I Ketut Aryawan Arya Kenceng

Baliho spanduk makenyem manis,
ngebekin rurung madérét mabaris,
masimakrama mecik manggis,
mapulas janji manis
tetujonné mamuas ngilis
gumanti maan tegakan tis
kantong kembung mobil malengis.


Bencana Tan Papegatan
Karya : I Ketut Aryawan Arya Kenceng

Gunung Sinabung nyimbuh,
angin kroda ngipuh,
dini ditu blabar gentuh,
parajana ngungsi malaib labuh,
bencana tan papegatan ngluluh
guminé sampun nyansan sepuh
solah parilaksana buduh,
iraga tuna asah, asih, asuh.


Anak Selem
Karya : Ketut Suwitra

Lekad di Somané Tilem,
masambut aji banten pakelem
masemu matadah kalem,
sujatinné magoba selem.

Ngalih gegaén ngantiang gulem,
nyaruang awakné gelem,
basang gedé cara délem,
persis care togog lawang di Pura Dalem.


Pelih
Karya : Madé Suar

Déwéké suba ngancan kelih,
mara marasa liu ngelah pelih,
ipidan sakancan kenehé tusing luih,
munyiné tusing luung pesu uli bibih,
tuturé tusing nganutin sor singgih,
laksanané tusing adung tata linggih,
né jani mumpung enu angkih-angkih,
jumunin lan melahang mamilih,
dharma agamané sandang alih,
ento luung sajan anggo sundih,
sakancan ané jelé baang kampih,
eda marasa tekén dewek ririh,
apang idupé bagia tan pasedih.


Ngadep Tanah Meli Bakso
Karya : Madé Suar

Ngadep tanah anggon meli bakso,
tanahé kabeli katanemin batako,
ngadep tanah anggon meli sembako,
tanahé kabeli dadi hotel bungalow.

Ngadep tanah anggon meli roko,
tanahé kabeli kadadiang ruko,
ngadep tanah anggon ngaé tato,
tanahé kabeli dadi warung soto.

Ngadep tanah anggon meli nasi jingo,
tanah iraga kabeli kadadiang resto,
ngadep tanah anggon meli panganggo,
tanah iraga kabeli kadadiang distro.

Ulian iraga dadi jelema bas momo,
ngulurin keneh nagih kéné nagih keto,
tanahé pasti lakar telah makelo-kelo,
payu bengong maselselan cara kebo.


itulah beberapa contoh puisi berbahasa bali yang berhasil saya kumpulkan dari berbagai sumber.

Minat generasi muda bali terhadap sastra bali terutama puisi bahasa bali memang sangat rendah dan tidak ada yang salah dengan hal ini, faktor ekonomi adalah salah satu penyebab rendahnya minat generasi sekarang terhadap kesusastraan bali, bagaimana tidak, di jaman sekarang jangankan lulusan sastra bali, sarjana bidang ilmu lainnya seperti ekonomi, teknik dan kedokteran juga sangat sulit mendapatkan pekerjaan. Tetapi bagi saya pribadi tidak ada yang sulit jika kita berani merubah mindset dan paradigma kita terhadap sastra bali atau apapun yang ada di dunia ini, terus berpikir inovatif dan mencari celah, apa yang saat ini tidak memiliki nilai secara materi suatu saat bisa menjadi sesuatu yang menghasilkan dan menjadi profesi yang menjanjikan.

Sekian saja artikel puisi bahasa bali dan karya sastra yang terlupakan kali ini dan sampai jumpa di artikel contoh-contoh puisi bali yang lain.

Bagi sobat yang ingin berbagi atau memberikan komentar tentang puisi bahasa bali, silahkan dengan mengisi kotak komentar di bawah


 



Baca Selengkapnya ....

Inilah Kata-Kata Dalam Bahasa Bali Yang Masih Misterius

Posted by Author Friday, September 13, 2013 10 comments
Tidak ada provinsi di indonesia yang tidak memiliki bahasa daerah masing-masing, indonesia adalah negara yang sangat kaya dengan bahasa daerah dan sebagian besar masih dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari. Tidak hanya sebagai bahasa sehari-hari, bahasa daerah juga diaktualisasikan dalam bentuk karya sastra. Salah satu bahasa daerah yang memiliki tata bahasa dan kesusastraan adalah bahasa bali, sampai dengan saat ini kurikulum kesusastraan bahasa bali masih bisa ditemui di lembaga-lembaga pendidikan formal, seperti perguruan tinggi.

Bahasa bali sudah memiliki tata bahasa yang cukup baik dan untuk mempelajari bahasa bali tidaklah sulit, dengan memperkaya perbendaharaan kata saja sebenarnya bahasa bali sudah bisa dikuasai. Ada satu fakta menarik yang terdapat dalam beberapa kata dalam bahasa bali yaitu tidak memiliki padanan kata dalam bahasa indonesia, oleh karena itulah artikel ini diberi judul yang terdengar sangat dramatis, sebenarnya maksud dari judul di atas adalah kata-kata dalam bahasa bali yang tidak ada padanan katanya dalam bahasa indonesia.

Berikut adalah beberapa kata dalam bahasa bali yang tidak ada padanan katanya dalam bahasa indonesia,

Kanggoang
Tidak ada padanan kata dalam bahasa indonesia untuk kata yang satu ini atau paling tidak sangat banyak orang bali yang tidak tahu padanan kata dalam bahasa indonesia untuk kata ini, termasuk saya. Biasanya orang bali menggunakan kata "kanggoin" bila diucapkan dalam bahasa indonesia, ini contoh kalimatnya, "Kanggoang kopine sing manis" yang artinya ".....kopinya tidak manis", titik-titik dalam kalimat bahasa indonesia seharusnya diisi dengan padanan kata dari kanggoang, nah karena orang bali tidak tahu padanan kata kanggoang, biasanya dipakai kata "kanggoin" jadi kalimatnya menjadi "kanggoin kopinya tidak manis". Apabila diterjemahkan kata "kanggoang" kurang lebih berarti permintaan kepada orang lain atau diri sendiri untuk menerima sesuatu seadanya atau menerima saja apa yang ada, jadi dalam contoh kalimat di atas maksudnya adalah agar menerima kopi yang tidak manis. Mungkin sobat ada yang tahu padanan kata dari kata "kanggoang", bisa dishare di sini.

Likad
Untuk kata yang satu ini saya juga tidak menemukan padanan kata yang pas dalam bahasa indonesia, kata "likad" kurang lebih berarti suatu yang tidak mengenakkan atau menyulitkan (untuk perasaan maupun aktivitas fisik). Oke langsung saja ke contoh kalimat, "Likad sajan yen ngambahin kemo" artinya "....sekali jika lewat sana", titik-titik seharusnya diisi dengan padanan kata "likad". Dari contoh kalimat tersebut bisa saja titik-titik diisi dengan kata "sulit", tapi padanan kata "sulit" dalam bahasa bali adalah "keweh" atau "sukeh", jadi kata "sulit" juga kurang pas menurut saya, gimana menurut sobat? kalau ada masukan bisa dibagi di sini.

Mungkin masih ada kata lain dalam bahasa bali yang masih "misterius" tapi hanya baru dua kata ini saja yang terlintas di pikiran saya, tentunya akan saya update lagi jika saya menemukan kata-kata yang lain atau jika sobat memiliki kata-kata lain yang masih "misterius" silahkan di sharing di kolom komentar.

Bahasa bali memiliki begitu banyak fakta unik, saya akan terus menggalinya sebagai bahan untuk artikel-artikel blog ini. 



Baca Selengkapnya ....

Bahasa Bali Itu Mudah Dan Sederhana

Posted by Author Sunday, September 8, 2013 4 comments
Menguasai bahasa lain yang tidak biasa kita gunakan sehari-hari merupakan suatu kebanggaan, apalagi menguasai beberapa bahasa yang orang lain belum tentu bisa. Berdasarkan cara penyampaiannya bahasa dibedakan menjadi dua bagian yaitu bahasa lisan dan bahasa tulisan, bahasa lisan adalah bahasa yang disampaikan dengan cara bicara atau diucapkan sedangkan bahasa tulisan disampaikan melalui media tulisan atau rangkaian huruf yang memiliki arti tertentu. Kenapa kita perlu belajar bahasa ? Bahasa adalah cara yang paling dominan kita gunakan dalam berinteraksi dengan sesama manusia, sekarang coba deh kita bayangkan jika di kehidupan ini tidak ada bahasa, bingung kan ? sebenarnya masih ada satu bahasa lagi yang bisa digunakan dalam berinteraksi, yaitu bahasa tubuh, tapi ini termasuk bahasa atau bukan ya ?

Bahasa bali sendiri merupakan salah satu bahasa daerah di indonesia yang memiliki kekerabatan paling dekat dengan bahasa melayu, sehingga bahasa bali sangat mudah untuk dipelajari. Format yang digunakan dalam bahasa bali sama dengan yang digunakan dalam bahasa indonesia, jadi cara paling mudah dalam belajar bahasa bali adalah dengan menghafal sebanyak mungkin perbendaharaan kata dalam bahasa bali, tinggal menterjemahkan tiap kata dalam bahasa indonesia ke bahasa bali jadi deh bahasa bali, paling tidak orang bali yang menjadi lawan bicara kita sudah mengerti dengan maksud dari ucapan kita hehehe. Ini contoh terjemahan bahasa indonesia ke bahasa bali,

"Kakak akan ke mana ?"

Kita tinggal menterjemahkan tiap kata dalam kalimat tersebut ke bahasa bali yaitu,

Kakak : Bli
Akan : Lakar
Ke mana : Kija

Jadi bahasa balinya adalah "Bli lakar kija ?" mudah bukan ?

Oleh karena cara termudah belajar bahasa bali adalah dengan menghafal perbendaharaan kata, maka berikut saya berikan terjemahan beberapa kata dalam bahasa indonesia ke bahasa bali. Dalam belajar sebaiknya dimulai dengan mengenal bahasa bali dari sesuatu yang paling dekat dengan diri kita yaitu tubuh kita, agar lebih mudah lagi saya mulai saja dari atas ke bawah. Berikut bahasa bali dari bagian tubuh manusia, tidak termasuk organ dalam karena tidak kelihatan.

Rambut : Rambut, bok
Kepala : Prabu, sirah, tendas
Kening : Wimba, gidat
Alis : Alis
Telinga : Karna, kuping
Mata : Penyingakan, peningalan, mata
Pipi : Pengarasan, pipi
Hidung : Grana, cunguh
Kumis : Cerawis, kumis
Mulut : Cangkem, bibih, bungut
Jenggot : Jenggot
Dagu : Dagu, jagut
Leher : Baong
Bahu : Bau
Lengan : Lengen
Tangan : Tangan, lima
Telapak tangan : Tapak tangan, tapak lima
Jari : Jari, jeriji
Ketiak : Sipah
Dada : Wijang, tangkah
Payudara : Nuroja, nyonyo
Perut : Weteng, basang
Pinggang : Wangkong, bangkiang
Punggung : Gigir, Tundun
Bokong : Bokong
Pantat : Silit, ejit
Penis : Purus, celak
Vagina : Teli, pepek
Testis : Butuh
Paha : paa
Lutut : Dengkul, entud
Kaki : Cokor, batis
Telapak kaki : Tapak cokor, tapak batis

Masing-masing kata diterjemahkan dalam beberapa kata dalam bahasa bali, artinya masing-masing kata di atas memiliki lebih dari satu padanan kata dalam bahasa bali. Lalu apa bedanya beberapa padanan kata itu ? bahasa bali memiliki tingkatan-tingkatan tertentu, yaitu bahasa halus, menengah yang biasa digunakan sehari-hari dan bahasa kasar. Beberapa padanan kata ini menunjukkan masing-masing tingkatan tersebut, sebagai contoh kata "kepala" memiliki tiga padanan kata dalam bahasa bali yaitu "prabu" (halus), "sirah" (menengah) dan "tendas" (kasar). Untuk selanjutnya padanan kata dalam bahasa bali akan saya tulis dari yang pertama yaitu bahasa halus, menengah dan kasar, dan apabila hanya ada dua padanan kata berarti hanya ada bahasa halus dan menengah.

Setelah kaya dengan perbendaharaan kata bahasa bali sebenarnya kita sudah dapat berbicara bahasa bali dengan cukup baik, satu hal yang perlu diperhatikan dalam bahasa bali adalah pengucapan, dalam bahasa bali seringkali terdapat kata-kata yang antara tulisan dan pengucapannya berbeda. Pada umumnya kata-kata yang penulisannya diakhiri dengan huruf "a" akan diucapkan atau dibaca "e" (bukan "é") mirip-mirip bahasa malaysia gitu, contoh : "ada" dibaca "ade".

Dari apa yang sudah disampaikan di atas terlihat kenapa bahasa bali disebut memiliki kekerabatan paling dekat dengan bahasa melayu dan bukan bahasa jawa, yaitu terdapatnya kata-kata yang sama antara bahasa bali dengan bahasa indonesia dan memiliki arti yang sama pula, kemudian dari segi pengucapan "a" di belakang kata diucapkan "e" sama dengan bahasa melayu. Perbendaharaan kata dalam bahasa bali dan hal-hal lain yang perlu diperhatikan dalam belajar bahasa bali akan saya tulis pada artikel-artikel berikutnya.
  

Baca Selengkapnya ....

Kosakata Bahasa Bali Sehari-Hari Yang Berpotensi Menimbulkan Salah Faham

Posted by Author Thursday, August 29, 2013 0 comments
Terlalu berlebihan, ya kira-kira itulah kesan pertama setiap orang yang membaca judul artikel ini. Sebenarnya masih banyak kalimat yang bisa digunakan sebagai judul, tapi kalau judulnya biasa-biasa saja tentu sobat tidak akan tertarik untuk mengetahui isi artikel ini meskipun isinya memang sungguh sangat menarik, paling tidak menarik bagi saya sendiri, hehehe.

Baiklah, langsung saja, kata "salah faham" pada judul artikel ini maksudnya adalah perbedaan arti dan makna dari satu kata dalam bahasa bali dengan kata dalam bahasa indonesia meskipun pengucapannya sama.

Berikut beberapa kosakata antara bahasa bali dan bahasa indonesia yang secara pengucapan sama tetapi memiliki arti yang berbeda,

Jinah
Kata jinah dalam bahasa bali termasuk dalam bahasa halus yang berarti uang, sedangkan jinah dalam bahasa indonesia memiliki arti hubungan intim yang dilakukan oleh pasangan yang tidak sah atau bukan suami istri.
Contoh kalimat : Jinah anggen numbas buku ( uang pakai membeli buku )

Pipis
Pipis dalam bahasa sehari-hari masyarakat bali berarti uang dalam bahasa kasar, sedangkan pipis dalam bahasa indonesia sehari-hari bisa berarti buang air kecil dan biasanya kata ini ditujukan untuk anak-anak. hmmm... tampaknya ada yang menarik dari dua kata pertama ini, coba perhatikan kedua-duanya ga jauh-jauh dari duit dan (maaf) alat kelamin, kok bisa ya ?
Contoh kalimat : Pipis raga suba telah ( uang saya sudah habis )

Kutang
Kutang dalam bahasa bali sehari-hari merupakan kata kerja yang berarti buang, sedangkan kutang dalam bahasa indonesia merupakan padanan kata dari bra atau BH yang biasanya digunakan oleh kaum hawa.
Contoh kalimat : Baju ane suba makelo kutang dogen ( baju yang sudah lama dibuang saja )

Buang
Untuk kata yang satu ini ada juga dalam kosakata bahasa bali yang artinya birahi atau nafsu sexual yang memuncak, tetapi biasanya digunakan untuk hewan atau binatang. Sedangkan buang dalam bahasa indonesia artinya menyisihkan sesuatu yang dianggap sudah tidak terpakai atau tidak berguna lagi.
Contoh kalimat : Sampine suba buang ( sapinya sudah birahi )

Pulang
Dalam bahasa bali pulang merupakan bentuk kata perintah yang artinya untuk memasukkan atau meletakkan sesuatu di satu tem pat dengan cara sedikit di lempar. Dalam bahasa indonesia pulang artinya kembali ke rumah atautempat asal.
Contoh kalimat : Pulang jukute ke pancine ( masukkan sayurnya ke dalam panci )

Mungkin masih banyak kata-kata dalam bahasa bali yang pengucapannya sama dengan kata dalam bahasa indonesia tetapi memiliki arti yang berbeda, apabila sobat mempunyai perbendaharaan kata yang lain, bisa di-share di kotak komentar. Generasi muda bali sekarang memiliki ketertarikan yang sangat rendah untuk mempelajari bahasa bali, dengan menggali fakta-fakta unik bahasa bali, semoga menumbuhkan minat generasi muda bali untuk mempelajari dan melestarikan bahasa bali.


Baca Selengkapnya ....
Belajar SEO dan Blog support Online Shop Aksesoris Wanita - Original design by Bamz | Copyright of Artikel Eriana Jayadi.